Senin, 06 Februari 2012

SIR EDMUND HILLARY


Wafatnya Sir Edmund Hillary

Sir Edmund Hillary, seorang peternak lebah yang tidak terkenal yang telah mendaki puncak Everest yang membuatnya terkenal sebagai seorang petualang terbesar di abad 20, telah meninggal hari Jumat 11 Januari 2008 dalam usia 88 tahun. Orang Selandia Baru yang ceking yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk membantu orang - orang gunung di Nepal yang telah membuatnya terkenal ini lebih memilih dipanggil Ed dan menganggap dirinya sebagai orang biasa dengan kualitas yang biasa saja.


Hillary meninggal di Rumah Sakit Auckland hari Jumat  sekitar jam 09.00 waktu setempat atau sekitar jam 03.00 pagi WIB karena serangan jantung, menurut pernyataan dari Badan Kesehatan Wilayah Auckland. Meskipun sakit di tahun - tahun terakhir hidupnya, Hillary tetap aktif. Hidupnya penuh ditandai dengan pencapaian - pencapaian besar, petualangan besarnya, penemuannya, kesuka citaan, namun yang paling membuatnya bangga adalah kampanye nya bertahun - tahun untuk membangun sekolah dan klinik kesehatan di Nepal, kampung halaman Tenzing Norgay, pemandu gunung yang mencapai puncak Everest bersamanya pada 29 Mei 1953.

Begitu rendah hatinya beliau sampai beliau baru mengakui jika dia adalah orang yang pertama yang berdiri di puncak Everest jauh setelah sahabatnya Tenzing Norgay meningal dunia. Itupun tanpa menghilangkan peran Tenzing Norgay sebagai orang yang memegang tali pengamannya. Beliau menulis langkah finalnya bersama Tenzing Norgay menjejakkan kaki di puncak Everest sebagai berikut : Beberapa langkah kaki kami yang letih dan tak ada apa - apa di atas kami selain langit. Tak ada hiasan - hiasan palsu, tak ada puncak yang terakhir. Kami berdiri bersama di puncak. Di sana ada cukup ruang untuk 6 orang . Kami sudah menaklukkan Everest.

"Kekaguman, keajaiban, kerendahan hati, kebanggaan, keagungan ini semua adalah emosi yang campur aduk dari manusia pertama yang berdiri di puncak yang tertinggi di bumi, setelah begitu banyak yang lain telah gagal, kata Hillary.

"Namun reaksi saya yang dominan kelegaan dan terkejut. Lega sebab penderitaan panjang telah berakhir dan sesuatu yang dulunya tidak dapat dicapai manusia, sekarang sudah bisa dicapai. Dan terkejut karena ini semua ini terjadi pada saya, Ed Hillary, seorang peternak lebah, seorang juara di sekolah wilayah Tuakau, namun tak lulus Auckland Grammar ( SMU ) dan tidak pernah kuliah di perguruan tinggi, sekarang telah mencapai puncak Everest. Saya tak sanggup mempercayainya.


Beliau mengatakan : Saya lepas masker oksigen saya untuk mengambil beberapa gambar. Tidak cukup hanya sampai di puncak saja. Kami harus kembali dengan membawa bukti. Limabelas menit kemudian kami memulai perjalanan turun. Filosofi hidupnya sangat sederhana : Petualangan bisa dilakukan oleh orang biasa, seperti saya memandang diri saya, ucapnya dalam sebuah wawancara di tahun 1975 setelah menulis autobiography-nya, Tanpa petualangan, Tak ada kemenangan.

Namun Perdana Menteri Selandia Baru, Clark, yang mengumumkan kematiannya, berkata bahwa Hillary adalah orang yang luar biasa. "Sir Ed menggambarkan dirinya seperti orang Selandia Baru kebanyakan dengan kemampuan yang sedang - sedang saja. Pada kenyataannya beliau adalah orang besar. Beliau adalah figure pahlawan yang tidak saja telah menaklukkan Everest namun juga hidup dalam keteguhan tekat, kerendahan hati, dan kedermawanan. Pendaki Gunung, Petualang dan Dermawan legendaris dari Selandia Baru yang terkenal kebaikannya yang pernah hidup di dunia

Teman - teman dekatnya menggambarkan beliau sebagai sosok yang penuh antusiasme baik terhadap kehidupan maupun petualangan. "Kita semua memiliki impian, namun Ed memiliki impian serta semangat yang luar biasa dan kemudian dia melangkah maju dan mencapainya," ucap sahabat kentalnyaa Jim Wilson pada tahun 1993.

Hillary merangkumnya dalam ceramahnya untuk anak - anak siswa sekolah ditahun 1998, saat beliau mengatakan bahwa seseorang tidak harus jenius untuk melakukan sesuatu yang terbaik dalam hidupnya.

"Saya pikir kuncinya adalah motivasi. Jika anda benar - benar menginginkan sesuatu, maka dirimu akan berjuang keras untuk mewujudkannya," beliau katakan sebelum menanam beberapa jenis pohon Oak Himalaya yang langka di halaman sekolah.


Langkah Hillary agak melambat di tahun - tahun terakhirnya

Beliau mengunjungi Himalaya terakhir kali pada bulan April 2007 ketika beliau bersama Elizabeth Hawley ( seorang penulis lepas tentang Expedisi Himalaya selama 40 tahun ) menemui Tim Expedisi Super Sherpa di Kathmandu. Setahun sebelumnya beliau bersama pejabat - pejabat tinggi Selandia Baru terbang ke Antartika untuk merayakan Ulang Tahun ke-50 Scott Base sebuah stasiun penelitian yang pembangunannya dibantu oleh para petualang pada tahun 1957.

Tidak seperti umumnya pendaki gunung, Edmund Hillary berkata bahwa jika saatnya beliau meninggal nanti, beliau tidak memiliki keinginan untuk di kubur di gunung. Beliau menginginkan dikremasi kemudian abunya disebarkan di pelabuhan Waitemata di selatan Auckland dimana beliau menjalani kehidupannya.

"Disebarkan di pesisir, mungkin juga di beberapa pantai yang indah yang ada disekitar tempat kelahiranku. Dengan demikian siklus kehidupanku menjadi lengkap, ucapnya.

Upacara penguburan belum diumumkan. Ucapan bela sungkawa terus mengalir.

"Nama Sir Edmund adalah sinonim dengan kepetualangannya, pencapaiannya, impiannya dan kemudian beliau merealisasikan semua impiannya itu, kata Pejabat Perdana Menteri Australia Julia Gillard.

"Beliau adalah pahlawan dan pemimpin bagi kami. Beliau telah melakukan banyak karya untuk orang - orang di sekitar Everest dan akan selalu tinggal di dalam hati sanubari kami, ujar Bhoomi Lama dari Asosiasi Pendakian Gunung Nepal di Kathmandu.

Hillary menjadi satu - satunya orang yang tidak berkecimpung di bidang politik di luar Inggris yang mendapat gelar kebangsawanan dari Inggris sebagai anggota Britain Order of the Garter yang diberikan oleh Ratu Elizabeth II hanya pada 24 orang Ksatria dan Wanita Terhormat yang hidup di dunia dalam satu kurun waktu.

Dalam bukunya yang ditulis tahun 1999 "View from the Summit," Hillary akhirnya menghentikan kebungkamannya selama ini tentang siapa sesungguhnya yang mencapai puncak Everest pertama kali, apakah dirinya atau Tenzing Norgay.

"Kami berjalan berdekatan bersama - sama dan Tenzing membawa sisa tali pengaman. Saya melanjutkan memotong jalur langsung ke atas. Kejadian berikutnya, saya sudah berdiri di sebuah tempat yang datar dan terbuka penuh salju dengan pemandangan yang ada hanyalah kekosongan, tulis Hillary.

"Tenzing bergabung dengan cepat dan kami memandang dengan penuh ketakjuban. Dengan kepuasan yang dalam, kami menyadari bahwa kami sudah berada di puncak dunia.

Sebelum kematian Norgay pada tahun 1986, Hillary selalu menolak untuk mengkonfirmasi bahwa dirinyalah yang pertama mencapai puncak dengan selalu berkata bahwa dia dan Sherpa-nya mendaki sebagai satu team sampai ke puncak. Hal ini menunjukkan kerendahan hatinya dan komitment-nya pada koleganya.

Belakang hari beliau mengungkapkan keheranannya akan ketertarikan dunia internasional akan prestasinya. Saya hanya mencoba mengatakan yang sejujurnya, saya benar - benar heran mengapa semua orang bisa begitu tertariknya padahal yang saya lakukan hanya mendaki sebuah gunung."

Hillary tidak pernah melupakan sebuah daerah pegunungan yang membuat dirinya begitu terkenal. Beliau mengunjungi Nepal berulang kali secara konstan dalam kurun waktu 54 tahun. Tanpa dukungan biaya dan tanpa bayaran beliau menghabiskan puluhan tahun waktunya dan menyumbangkan energy dan sumber dayanya dari usahanya sendiri menggalang dana untuk pembangunan Nepal melalalui Yayasan Himalayan Trust yang didirikannya tahun 1962. Dikenal sebagai "burra sahib" "big man," ( karena tingginya yang 203 sentimeter ) oleh orang Nepal, Hillary mendanai dan membantu membangun Rumah Sakit - Rumah Sakit, Klinik - Klinik Kesehatan, lapangan udara lapangan udara dan sekolah - sekolah.

Beliau menggalang dana untuk pendidikan tinggi bagi keluarga - keluarga Sherpa dan membantu program penghijauan di Negara tersebut. Sekitar 250 ribu dollar Amerika setahun dihasilkan dari dana social untuk proyek - proyek di Nepal.

Seorang konservasionis yang teguh, beliau meminta agar para pendaki gunung internasional membersihkan ribuan ton botol oksigen, container makanan dan sampah pendaki lainnya yang berserakan di area yang disebut South Col Valley, sebuah tempat yang menjadi base camp terakhir ke puncak Everest.

Komitmennya terhadap Nepal membuatnya mengunjungi Nepal lebih dari 120 kali. Putranya yang juga petualang, Peter, menggambarkan bahwa pekerjaan kemanusiaan yang dilakukan ayahnya sebagai sebuah Tugas untuk mereka yang telah membantunya di masa lalu.

Dalam salah satu kunjungannya ke Nepal istri pertamanya, Louise, 43th, dan putrinya yang berumur 16 tahun, Belinda, tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat ringan pada tanggal 31 Maret 1975. Hillary menikah lagi tahun 1990 dengan June Mulgrew, yang sebelumnya adalah istri dari seorang mitra petualangan dan sahabat dekatnya Peter Mulgrew, yang tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat di antartika. Hillary yang juga dalam pesawat naas itu selamat bersama istri dan anak - anaknya Peter dan Sarah.

Sebagai penulis dan lector di usia 40 tahun dia menghentikan usaha peternakan lebahnya. Karena saya terlalu sibuk, katanya. Sepanjang waktu itu beliau berkeliling , mengajar dan menggalang dana untuk yayasan Himalayan Trust di Amerika dan Eropa selama 3 bulan dalam sekali perjalanan, berbicara di lebih dari 100 tempat selama perjalanannya.

Beliau dikenal sebagai orang yang siap menghadapi resiko untuk meraih impiannya, namun selalu memiliki control yang baik sehingga tak ada seorang pun yang tewas dalam setiap expedisi yang dipimpinnya. Beliau juga beberapakali mengeluarkan statement controversial. Beliau memprotes pemerintah dengan mengatakan ,Kurangnya moral jujur kepada Tuhan dalam politik di Selandia Baru pada tahun 1960, dan beliau menolak mencabut perkataannya ketika Perdana Menteri waktu itu meminta beliau menarik kembali ucapannya. Rakyat Selandia Baru mendukung integritasnya.

Beliau mendapat kritikan pedas atas apa yang disebutnya sebagai Dash to The Pole di tahun 1957 - 58 saat beliau mengendarai sebuah Tractor Pertanian yang dimodifikasi menembus Antartika saat bergabung dengan expedisi gabungan Inggris dan Selandia Baru. Hillary mengabaikan instruksi dan larangan dari orang - orang Inggris yang memimpin ekspedisi dan memacu traktornya bersama team traktor yang dipimpinnya melintasi daerah yang disebut sebagai Untraversed Shelton Glacier, dan beliau membuka rute baru ke dataran tinggi Kutub Selatan.

Di tahun 2006 beliau menanggapi perselisihan mengenai meninggalnya seorang pendaki Everest, David Sharp, dengan mengatakan bahwa betapa mengerikannya jika seorang pendaki dapat dengan tega mengabaikan seorang manusia yang sedang sekarat setelah expedisi dan meninggalkannya sampai meninggal di lereng yang tinggi. Hillary mengatakan bahwa beliau akan membatalkan pendakiannya perintis nya di tahun 1953 jika harus menyelamatkan seorang pendaki.

"Sungguh suatu yang salah jika ada seseorang yang sedang menderita karena penyakit ketinggian lalu kita membawanya berlindung ke balik batu hanya untuk sekedar mengangkat topi dan mengucapkan selamat pagi dan lalu berlalu meninggalkannya. Nyawa manusia jauh lebih penting daripada sekedar mencapai puncak sebuah gunung.

Ditunjuk sebagai Duta Besar Selandia Baru untuk India di pertengahan 1980-an, Hillary menjadi pusat perhatian di setiap pesta cocktail. Belakang hari beliau merasa pekerjaannya sebagai Duta Besar sudah selesai. Beliau memperkenalkan Jetboat pada penduduk di sekitar sungai Gangga. Sepuluh tahun sebelumnya pada tahun 1977 dalam Expedisinya Ocean to the Sky beliau mengarungi sungai Gangga dengan Jetboat sejauh 130 mil ( + 240 km ) dengan upayanya sendiri.

Segmen terakhir dilakoninya dengan berjalan kaki dan mendaki 2 puncak gunung dekat Badranath, dimana mata air sungai Ganga berada. Beliau selalu mencari petualangan di mana pun tempatnya tak peduli jauhnya seperti juga yang beliau lakukan di Antartika maupun Arktik.

Hillary tidak menempatkan dirinya dalam jajaran Pendaki _ Pendaki Gunung top dunia. Saya tidak menganggap diri saya sebagai seorang pendaki yang hebat. Saya hanya memiliki dorongan yang kuat saja. Saya memiliki banyak antusiasme dan saya sukup baik beradaptasi dengan es, katanya.

Orang Selandia Baru yang pertama muncul dalam lembaran uang, beliau membantu menggalang dana hampir 530.000 dollar Amerika untuk Yayasan Himalayan Trust dengan menandatangani 1.000 lembar lembaran 5 dolaran baru yang di jual dalam lelang amal di tahun 1982. Lembaran - lembaran uang itu langsung habis dibeli oleh para kolektor dari seluruh dunia


Diberi penghargaan oleh PBB sebagai salah seorang dari 500 konservasionis dunia di tahun 1987, beliau juga diberi banyak gelar penghargaan doctoral dari berbagai universitas di penjuru dunia. Salah satu yang cukup terkenal adalah Medali dari Smithsonian Institution's James Smithson Bicentennial atas pencapaiannya di bidang Monumental explorations and humanitarian achievements," diberikan pada tahun 1998.

Sepanjang hidupnya Hillary selalu ingat gunung yang pertama di dakinya, yaitu Mount Tapuaenuku setinggi 9.645 kaki ( + 3.182 meter ) Tappy begitu beliau menamainya yang terletak di Marlborough di Pulau Selatan Selandia Baru. Beliau mendakinya seorang diri selama 3 hari di tahun 1944 saat beliau berada di Kamp Pelatihan bersama Angkatan Udara Selandia Baru selama Perang Dunia II. "Tapuaenuku" dalam bahasa Maori artinya Langkah menuju pelangi Tuhan".

"Akhirnya saya mendaki sebuah gunung yang pantas didaki, katanya kemudian.

Seperti semua pendaki gunung yang baik sebelumnya, Hillary tidak punya pandangan khusus terhadap sebuah pertanyaan klasik :Mengapa mendaki?.

"Saya tak dapat memberimu jawaban yang pasti mengapa manusia mendaki gunung - gunung. Kebanyakan alasannya ya karena ingin mendakinya saja.

Selamat jalan Guru, sosokmu yang menginspirasi diriku sejak aku masih kanak - kanak akan selalu hidup dalam hatiku. Berkat inspirasi dari mu, aku memiliki cita - cita bertualang sejak kecil dan di dalam perjalanan petualangan aku belajar menjalani hidup ini dengan bijak dan menjadi pribadi yang tangguh, tegak dan tegar namun tetap memiliki kelembutan dan kasih sayang terhadap sesama.

Sekarang dari petualanganlah aku mencukupi kehidupanku. Semua ini berkat sosokmu yang menginspirasiku sejak aku masih kanak - kanak yang membuatku tetap setia dan tabah sampai akhir dalam menggapai impianku. Tuhan pasti menyediakan tempat yang indah untukmu di surga. Sesampai di surga nanti, sampaikan salamku untuk seorang sahabat yang setia dan penuh kerendahan hati, teman seperjalanan yang penuh pengertian, Tenzing Norgay.

Kalian berdua menjadi suri tauladan bagi kami para petualang. Kisah hidup kalian akan kami ceritakan pada anak - anak kami dan kepada cucu - cucu kami, bahwa kalian pernah hidup dan memberikan karya terbaik kalian untuk dunia.

BADUY


Suku Baduy Dan Kearifan Lokalnya

Suku Baduy adalah salah satu wujud keaneka ragaman dari alam Indonesia dan hanya Indonesia yang memilikinya. Kita bisa membayangkan dalam angan sebuah tempat yang damai, dikelilingi oleh suasana hijau. Suara hembusan angin menerpa dedaunan bambu, kicau burung dan deburan aliran sungai. Kemudian dengarkan bisikan alam yang menyapa dalam kesunyian, Anda layak melihatnya dengan mata hati, sehingga dibawalah sebuah pengalaman yang melekat di hati.


Ada banyak kearifan lokal yang akan di peroleh di Desa Kanekes, sebuah pelajaran yang sangat berarti mengingatkan kita pada jati diri leluhur salah satu suku tua di Nusantara yang masih hidup dengan cara tradisional.

Lupakan ponsel atau alat elektronik lainnya saat Anda mengunjungi Desa Kanekes atau yang lebih popular disebut Desa Baduy di Banten. Selain tidak ada listrik untuk men - charge hp Anda, bahkan sinyal pun sulit didapat. Lebih baik Anda menatap alam sekitar dan mendengarkan suara - suara alam. Di sinilah Anda akan dapati kehidupan masa lalu sebelum memasuki sebuah zaman dari akibat revolusi industri yang menguasai dunia.

Desa Baduy, terletak di perbukitan Gunung Kendeng, sekitar 75 kilometer arah selatan Rangkasbitung, Banten. Ini merupakan tempat yang tepat untuk Anda yang ingin merasakan ketenangan yang jarang ditemukan di kota besar.

Bagi mereka yang memiliki naluri berpetualang mungkin akan merasakan trekking di desa Baduy sangat memukau. Kehidupan keseharian masyarakat Baduy yang memegang teguh adat istiadat merupakan daya tarik tersendiri bagi Anda yang berminat menelusuri budaya unik kearifan lokal yang luar biasa ini.

Kawasan Baduy tepatnya berada di desa Kanekes, kecamatan Leuwidamar, kabupaten Lebak. Diperkirakan akhir abad ke - 18 wilayah Baduy ini terbentang mulai dari kecamatan Leuwidamar sekarang sampai ke Pantai Selatan. Sekarang luas wilayah Baduy ini sekitar 5102 hektar. Batas wilayah sekarang ini dibuat pada permulaan abad ke - 20 bersamaan dengan pembukaan perkebunan karet di desa Leuwidamar dan sekitarnya.


Suku Baduy sering disebut urang Kanekes. Baduy sebetulnya bukanlah nama dari komunitas yang ada di desa ini. Nama tersebut menjadi melekat karena diberikan oleh peneliti Belanda yang menyamakan mereka dengan Badawi atau Bedoin Arab yang merupakan masyarakat nomaden atau berpindah - pindah. Dari Badawi atau Bedoin, kemudian nama itu pun bergeser menjadi Baduy. Orang Baduy, karena bermukim di Desa Kanekes, sebenarnya lebih tepat disebut sebagai Orang Kanekes. Namun karena istilah “Baduy” terlanjur lebih dulu dikenal, maka nama “Baduy” lebih populer ketimbang “Orang Kanekes”.

Mereka tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Desa ini berada sekitar 38 km dari ibu kota Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, atau sekitar 120 km dari Jakarta. Desa Kanekes memiliki 56 kampung Baduy. Orang Baduy Dalam tinggal di Kampung Cikeusik, Cikertawana, dan Cibeo. Sedangkan orang Baduy Luar tinggal di 53 kampung lainnya. Kampung Baduy Luar sering disebut kampung panamping atau pendamping, yang berfungsi menjaga Baduy Dalam.

Keseharian kaum lelaki Baduy menggunakan ikat kepala putih. Kecuali puun atau pemimpin adat, para lelaki menggunakan baju hitam dan sarung selutut berwarna biru tua bercorak kotak - kotak. Kaum perempuan menggunakan sarung batik biru, kemben biru, baju luar putih berlengan panjang. Gadis - gadis menggunakan gelang dan kalung dari manik.

Suku Baduy Dalam, mereka setia berjalan kaki dalam melakukan perjalanan, mengedepankan kejujuran, menolak mencemari lingkungan ( tanah dan air ), dan tidak merokok. Baduy Dalam menerapkan adat lebih ketat dibandingkan dengan Baduy Luar. Salah satu perbedaannya, warga Baduy Luar diperbolehkan berkendaraan. Baduy Dalam hidup dengan aturan adat yang ketat.


Di Baduy Dalam, pikukuh atau aturan adat adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Hal ini berbeda dengan Baduy Luar. Dalam hal makanan, orang Baduy tergolong sangat fanatik. Mereka tidak akan menyantap jenis makanan yang tidak dimakan nenek moyang mereka juga tidak akan melakukan kebiasaan yang dulunya tidak pernah dilakukan nenek moyang mereka. Kebiasaan mandi tidak menggunakan sabun masih berlangsung hingga saat ini. Tidak memakai sabun mandi bukan berarti mereka tidak punya uang, tetapi benar - benar demi mengikuti kebiasaan orang tua mereka. Kalau ada warga Baduy yang coba - coba memakai sabun saat mandi dan sampai ketahuan, pasti mendapat teguran keras. Teguran ini bisa berujung pada pemecatan sebagai warga Baduy Dalam.

Menurut kepercayaan orang Kanekes mereka keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal - usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik ( mandita ) untuk menjaga harmoni dunia.

Kepercayaan orang Baduy adalah penghormatan pada roh nenek moyang dan kepercayaan kepada satu kuasa yang dinamakan Nu Kawasa. Keyakinan mereka sering disebut dengan Sunda Wiwitan. Orientasi, konsep - konsep dan kegiatan - kegiatan keagamaan ditujukan kepada pikukuh ( aturan adat ) agar orang hidup menurut alur itu dan menyejahterakan kehidupan Baduy dan dunia. Kepercayaan masyarakat Kanekes yang disebut sebagai Sunda Wiwitan berakar pada pemujaan kepada arwah nenek moyang ( animisme ) yang pada perkembangan selanjutnya juga dipengaruhi oleh agama Buddha, Hindu, dan Islam. Inti kepercayaan tersebut ditunjukkan dengan adanya pikukuh atau ketentuan adat mutlak yang dianut dalam kehidupan sehari - hari. Isi terpenting dari 'pikukuh' ( kepatuhan ) Kanekes tersebut adalah konsep "tanpa perubahan apa pun", atau perubahan sesedikit mungkin.

Di kawasan Baduy Dalam, ada tiga kampung yang masing - masing dikepalai oleh seorang kepala suku atau yang disebut Puun dan wakilnya yang disebut Jaro. Ketiganya adalah kampung Cibeo, Cikesik, dan Cikertawana. Masing - masing Puun ini memiliki peran yang berbeda. Puun Cibeo mengurusi pertanian, Puun Cikesik mengurusi keagamaan, dan Puun Cikertawana bertanggungjawab dalam hal kesehatan atau obat - obatan. Tanggung jawab ini berlaku secara kolektif untuk ketiga kampung tersebut.


Pemda Lebak sejak tahun 1990 menyatakan bahwa kawasan masyarakat Baduy merupakan cagar budaya. Mereka tetap mempertahankan warisan leluhurnya yang merupakan aset nasional yang harus harus dijaga. Hal itu dikukuhkan dengan Peraturan Daerah nomor 13/1990. Dengan demikian hutan dan sungai tetap terjaga kelestariannya. Menurut Kepala Desa Kanekes Jaro Daerah, suku Baduy menempati areal tanah seluas 5.101 ha, yang terbagi dalam 53 kampung. Tiga kampung ditempati oleh Baduy Dalam masing - masing kampung bernama Cikeusik, Cikertawana dan Cibeo, sedangkan sisanya ditempati oleh Baduy Luar. Suku - suku Baduy tersebut bermukim tepat di kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Pendaki terbaik di dunia

2 Orang Hebat Dalam Sejarah Pendakian

Apabila Anda bertanya kepada pendaki Indonesia, siapa pendaki hebat di negeri ini?, Anda akan menemukan jawaban: Norman Edwin dan Soe Hok Gie. Dan selanjutnya apabila Anda bertanya kepada pendaki yang belum berwawasan luas dimana saja, siapa pendaki hebat yang menyusuri Himalaya? Anda pasti akan menemukan jawaban: Reinhold Messner.

Himalaya

Tetapi bila pertanyaan itu ditujukan kepada para pendaki veteran yang pernah menjamah 8000 mdpl ataupun sebagian dari Seven Summits, mereka pasti memilih Jerzy Kukuczka. Meskipun Reinhold Messner dan Jerzy Kukuczka sama - sama dijuluki pendaki hebat, karena keduanya adalah dua orang pertama yang telah menggapai 14 puncak diatas 8000 mpdl, tetapi sebenarnya prestasi antar keduanya memiliki selisih yang sangat signifikan.

Messner adalah tipe pendaki yang selalu memanfaatkan prestasinya untuk mencari modal untuk setiap pendakiannya, selalu mendaki dengan penuh perhitungan dan memanfaatkan alat pendakian modern. Sebaliknya, Kukuczka bukanlah siapa - siapa, ia adalah tipe pendaki miskin tidak bermodal, hanya mau mendaki lewat rute tersulit, yang selalu berjuang dan menderita dalam kesendirian dan selalu mendaki dengan cara Alpine Style selama musim dingin. Bahkan di penghujung hidup dan karir pendakiannya, ia masih memakai peralatan bekas yang ia membeli dari pasar tradisional Kathmandu. Alpine Style adalah model pendakian secara tradisional, dengan alat seadanya dan bekal seminim mungkin.

Reinhold Messner adalah orang pertama yang telah menggapai semua 14 puncak 8000 mdpl, tetapi Kukuczka lah orang pertama yang mampu melakukannya dalam waktu singkat. Messner butuh waktu 16 tahun, sedangkan Kukuczka hanya 8 tahun. Kukuczka meraih 11 dari 14 puncak tersebut melalui rute baru, 4 puncak ia raih ketika musim dingin yang menjadikannya sebagai pendaki pertama yang berhasil mencapai puncak Dhaulagiri, Cho Oyu, Kanchenjunga dan Annapurna I pada musim dingin.

Messner adalah pendaki puncak Everest pertama tanpa bantuan oksigen, tetapi Kukuczka hanya sekali memakai bantuan oksigen selama mendaki semua 14 puncak di atas 8000 mdpl.

Reinhold Messner

REINHOLD MESSNER:
* 1970: Nanga Parbat ( 8125 m )
* 1972: Manaslu ( 8156 m )
* 1975: Gasherbrum I ( Hidden Peak ) ( 8068 m )
* 1977: Dhaulagiri ( 8167 m )
* 1978: Mount Everest ( 8848 m ) ( Pendakian pertama tanpa bantuan oksigen ), Nanga Parbat ( 8125 m ) ( Pendakian solo pertama 8000 mdpl dari basecamp )
* 1979: K2 ( 8611 m )
* 1980: Mount Everest ( 8848 m ) ( Pendakian solo pertama tanpa bantuan oksigen - musim badai )
* 1981: Shisha Pangma ( 8012 m )
* 1982: Kangchenjunga ( 8598 m ), Gasherbrum II ( 8035 m ), Broad Peak ( 8048 m ), Cho Oyu ( 8201 m - gagal melakukan pendakian musim dingin )
* 1983: Cho Oyu ( 8201 m )
* 1984: Gasherbrum I ( 8068 m ) dan Gasherbrum II ( 8035 m ) sekaligus tanpa balik ke basecamp terlebih dahulu
* 1985: Annapurna ( 8091 m ), Dhaulagiri ( 8167 m )
* 1986: Makalu ( 8485 m ), Lhotse ( 8516 m )

Jerzy Kukuczka

JERZY KUKUCZKA:
1. 1979 — Lhotse - rute normal
2. 1980 — Mount Everest - rute baru
3. 1981 — Makalu - rute baru, solo
4. 1982 — Broad Peak - rute normal, alpine style
5. 1983 — Gasherbrum II - rute baru, alpine style
6. 1983 — Gasherbrum I - rute baru, alpine style
7. 1984 — Broad Peak - rute baru, alpine style
8. 1985 — Dhaulagiri - pendakian musim dingin pertama
9. 1985 — Cho Oyu - rute baru, pendakian musim dingin pertama
10. 1985 — Nanga Parbat - rute baru
11. 1986 — Kanchenjunga - pendakian musim dingin pertama
12. 1986 — K2 - rute baru, alpine style
13. 1986 — Manaslu - rute baru, alpine style
14. 1987 — Annapurna I - pendakian musim dingin pertama
15. 1987 — Shisha Pangma - rute baru, alpine style

PENDAKI LEGENDARIS

Pendaki Legendaris Dunia

Pendaki Legendaris Dunia ternyata banyak dan mereka telah banyak makan garam dunia pendakian di gunung - gunung megah di Bumi. Banyak hal yang bisa dipetik dari kegigihan mereka kala tiada menyerah menyabung satu - satunya nyawa di raga. Sepatutnya kita tahu dan kemudian mengangkat topi sebagai lambang kekaguman.




Pendaki paling populer di dunia dan kerap disebut sebagai Dewa Gunung . Mendaki sejak usia 5 tahun, lahir 1948 di Vill in the South Tyrol. Track record : 1966 - Yerupaja dan Yerupaja Chico ( first ascent ). 1970 - Nanga Parbat ( Rupal face ). 1972 - Noshaq. 1974 - Eiger north face dan Aconcagua ( South face ). 1975 - Gasherbrum I. 1976 - McKinley. 1978 - Mount Everest (first ascent without supplemental oxygen), Nanga Parbat ( solo, Damir face ) dan Kilimanjaro ( Breach Wall ). 1979 - K2 dan Ama Dablam. 1980 - Mount Everest (s olo ). 1981 - Shisha Pangma dan Chamlang. 1982 - Kangchenjunga, Gasherbrum II, Broad Peak dan Cho Oyo ( attempt in winter ). 1983 - Cho Oyo. 1984 - Gasherbrum I and II ( traverse ). 1985 - Annapurna. 1986 - Makalu ( winter ascent ), Lhotse dan Mount Vinson. 1989 - Lhotse ( South face attempt ). 1992 - Chimborazo. 1994 - Shivling. 2000 - South Georgia ( traverse following in Shackletons footsteps ) dan Nanga Partbat ( attempt to climb a new route ).



Seorang sherpa berkebangsaan Nepal dan orang pertama di dunia yang mencapai puncak Everest, 29 Mei 1953.



Lahir tahun 1919 di Tuakau, Auckland, New Zealand. Bersama Tenzing dia mencapai puncak gunung Everest.

JERZY "Jurek" KUKUCZKA


Lahir di Katowice / Polandia 1948. Track record : 1979 - Lhotse. 1980 - Mount Everest. 1981 - Makalu (solo). 1982 - Broad Peak. 1983 - Gasherbrum II dan 1983 - Gasherbrum I. 1984 - Broad Peak. 1985 - Dhaulagiri, Cho Oyu, Nanga Parbat dan Kangchenjunga. 1986 - K2 dan Manaslu. 1987 - Annapurna I dan Shisha Pangma. 1989 - Lhotse ( killed during attempt ).

HANS KAMMERLANDER


Lahir tahun 1956 di Acereto / South Tyrol. Track record : 1982 - Cho Oyo ( South Wall ). 1984 - Gaherbrum I & II ( traverse ). 1985 - Dhaulagiri dan Annapurna ( North West Wall ). 1986 - Makalu dan Lhotse. 1988 - Cerro Torre ( 17 hours up & down ). 1989 - Poincenot. 1990 - Nanga Parbat ( ski decent ). 1992 - Matterhorn ( up & down 4 times in 24 hours ) dan Shivling. 1993 - Ama Dablam. 1994 - Broad Peak ( ski descent from 7,000 metres ). 1996 - Shisha Pangma ( ski descent from 7.400 metres ). 1996 - Everest ( ski-descent ). 1998 - Kanchenjunga ( ski-descent from 7.400 metres ). 1999 - K2 ( abandoned 150 metres from the summit due to avalanche risk ) dan Mutztagh Ata.

WANDA RUTKIEWICZ


Pendaki wanita "Dewi Gunung" dengan track record diatas 8000 m diantaranya : 1975 - Gasherbrum II dan 1975 dan Gasherbrum III ( first ascent ). 1978 - Mount Everest. 1985 - Nanga Parbat. 1986 - K2. 1987 - Shisha Pangma. 1989 - Gasherbrum. 1990 - Gasherbrum I. 1991 - Cho Oyu ( solo ) dan Annapurna ( solo ). 1992 - Kanchenjunga ( last seen at,8,200 metres ).

HERMANN BUHL


Track recordnya : Mattherhorn ( traverse, solo ). Badile North East Wall ( solo ). Watzmann East Wall ( first solo, first winter ascent ). Eiger North Face. Nanga Parbat ( first ascent. 41 hours solo push from camp V ). Broad Peak ( first ascent ). Chogolisa ( fell through a cornice near the summit ).



Lahir tahun 1959. Usia 11 tahun sudah mendaki gunung. Dia menetap di pegunungan Switzerland. Track recordnya : 1980 - Pallcaraju, Ranrapalca, Caras, Artesonraju dan Huascaran. 1982 - Nanga Parbat. 1983 - Gasherbrum I, Gasherbrum II dan Broad Peak. 1984 - Manaslu dan Annapurna ( traverse ). 1985 - K2, Dhaulagiri dan Eiger. 1986 - 40 Swiss Summits ( in 19 days ), Everest ( 40 hours BC and back ) dan Cho Oyo. 1987 - Near fatal accident in the Bernese Alps. 1988 - Trango Tower. 1989 - 13 North Faces ( Bernese Alps ) dan K2 ( attempt ). 1990 - Mckinley, Cho Oyo dan Shisha Pangma. 1991 - Makalu. 1992 - K2. 1993 - Kangchenjunga ( attempt ). 1994 - Lhotse dan Mont Epperly. 1995 - Kangchenjunga dan Mont Loretan? ( un-named mountain in Antarctic ). 1997 - Nanga Parbat ( attempt to climb the Mazeno Ridge with Voytek Kurtyka ). 2000 - Nanga Parbat ( attempt to climb the Mazeno Ridge with Jean Troillet )

PETER HABELER


Lahir di Maryhofen, Austrian Tyrol 1942, dia mendaki sejak usia 6 tahun. Track recordnya : 1966 - Yerupaja dan Yerupaja Chico ( first ascent ). 1974 - Eiger north face. 1976 - Gasherbrum I. 1978 - Mount Everest ( first ascent without supplemental oxygen ). 1996 - Ama Dablam. 1996 - Pumori. 2000 - Mount Everest ( attempt )

CHRIS BONINGTON


Lahir di Hampstead 1934. Mulai mendaki usia 16 tahun. Track recordnya : 1958 - Drus. 1958 - Freney. 1960 - Annapurna II ( first ascent ). 1961 - Nuptse ( first ascent ) dan Mount Blanc. 1962 - Eiger ( North Face ). 1963 - Central Tower of Paine. 1966 - Old Man of Hoy dan Sangay. 1970 - Moses Toth dan Annapurna ( leader, South Face expedition ). 1972 - Everest (attempt). 1973 - Brammah ( first ascent ). 1974 - Changabang ( first ascent ). 1975 - Everest ( leader, South West Face, Scott and Haston to the summit ). 1977 - Ogre. 1978 - K2 ( attempt via West ridge ). 1981 - Kongur ( first ascent ). 1982 - Everest (attempt via North East Ridge ). 1983 - Shivling ( West Summit, first ascent ) dan Mt. Vinson ( solo ). 1984 - Kurun Koh ( attempt ). 1985 - Everest ( finally reached the summit ). 1987 - Menlungste. 1988 - Menlungtse. 1992 - Panch Chuli II. 1993 - Chisel, Ivory Tower, Needle, El'brus dan Ushba. 1994 - Rangrik-Rang ( first ascent ). 1995 - Drangnag-Ri ( first ascent ). 1998 - Sepu Kangri ( attempt ). 2000 - Danga ( first ascent )

DOUG SCOTT


Lahir Nottingham 1941, mulai mendaki usia 12 tahun. Dia telah menyelesaikan "Seven Summits" dunia. Track recordnya : Asgard, Baruntse, Broad Peak, Carstensz Pyramid, Chamlang, Changabang, Chimtarga, Chombu East, Diran, El Capitain, Everest, Hanging Glacier Peak South, Hindu Kush, Indian Arete, Jitchu Drake, Kangchenjunga, Kangchungste, Koh-i-Bandaha, Kussum Kangguru, Latok III, Lobsang Spire, Makalu, McKinley, Mt. Kenya, Mt.Chamlang East Summit, Nanga Parbat ( attempt via Mazeno Ridge ), Nuptse, Ogre, Pic Lenin, Pungpa Ri, Salathe Wall, Shisha Pangma, Shivling E Pillar, Tarso Teiroko, Traverse over central summit Chamlang, Wadi Rum dan Vinson.

ANG RITA


Seorang Sherpa yang pernah mendaki gunung Everest 10 kali tanpa oksigen.

KURT DIEMBERGER


Pendaki dengan track record diatas 8000 m. 1957 - Broad Peak, 1960 - Dhaulagirin, 1978 - Makalu dan Everest, 1979 - Gasherbrum, 1984 - Broad Peak, 1986 - K2.

GORAN KROPP


Seorang pendaki populer di Swedia yang lahir tahun 1966. Track recordnya : 1988 - Pik Lenin. 1989 - Illiniza Sur. 1989 - Cotopaxi ( solo ), Illimani ( solo ), Huyana Potosi ( solo, new route ) dan Illampu. 1990 - Mustagh Tower. 1991 - Pik Pobeda ( solo ). 1992 - Cho Oyo. 1993 - K2. 1994 - Broad Peak ( solo, 17 hours BC and back ). 1996 - Mount Everest ( without supplemental oxygen ). 1997 - Shisma Pangma. 1999 - Mount Everest.

Orang Pertama yang menggapai Puncak Everest

Mallory Atau Hillary?

Mallory Atau Hillary? Siapa sebenarnya di antara dua tokoh pendaki Everest legendaris tersebut yang pertama bisa menjejakkan kaki di atap Bumi gunung Everest? Tidak bisa kita kesampingkan, dua tokoh tersebut adalah tokoh - tokoh dunia pendakian pada masa lampau, pada saat metode dan teknologi pendakian belum secanggih masa kini. Dan tentang siapa yang pertama bisa mencapai puncak Everest masih menjadi tanda tanya bagi sebagian orang.

Mallory Dan Irvine

Para pendaki Everest yang pertama dipaksa menempuh rute yang sangat sulit, sepanjang 400 mil dari Kota Darjeeling melintasi dataran Tibet hanya untuk bisa mencapai kaki gunung. Pengetahuan mereka tentang dampak mematikan dari ketinggian yang ekstrem pun masih sangat kurang, begitu pula peralatan mereka yang sangat tidak memadai menurut standar peralatan modern.

Namun pada 1924, seorang anggota tim ekspedisi ketiga dari Inggris, Edward Felix Norton, berhasil mencapai ketinggian 28.126 kaki – hanya 900 kaki dari puncak – sebelum akhirnya menyerah karena kelelahan dan dibutakan oleh salju. Prestasi itu benar - benar menakjubkan, dan mungkin tak tertandingi hingga dua puluh sembilah tahun kemudian.

Pada 8 Juni 1924, sesaat setelah fajar menyingsing, dua anggota tim ekspedisi dari Inggris, George Leigh Mallory dan Andrew Irvine, meninggalkan perkemahan terakhir menuju puncak.

Malllory, yang namanya selalu dikaitkan dengan Everest, adalah tokoh utama di balik tiga tim pertama yang berupaya mendaki Everest. Dalam sebuah perjalanan keliling untuk mengajar di Amerika Serikat, Mallory dengan gagah menjawab, “Karena gunung itu ada di sana,” saat seorang wartawan mendesaknya dengan pertanyaan, mengapa dia ingin mendaki Everest.

Pada 1924, Mallory berusia 38 tahun, seorang kepala sekolah, menikah, dan memiliki tiga anak yang masih kecil. Anggota masyarakat Inggris kelas atas ini selain cinta keindahan juga sangat idealis dan peka terhadap hal - hal yang romantis. Tubuh atletisnya yang anggun, kepandaiannya dalam bergaul dan fisiknya yang benar - benar bagus membuat Mallory dikagumi oleh penulis biografi Lytton Strachey serta kaum intelektual Bloomsburry.


Ketika Mallory dan Irvine bergerak perlahan ke arah Puncak Everest pada 8 Juni 1924, kabut menyelimuti bagian atas piramid, membuat rekan - rekan mereka yang berada di bawah tidak bisa memantau kemajuan pendakian kedua orang itu. Pukul 12.50 siang, untuk sesaat awan - awan yang menyelimuti puncak gunung tersibak oleh angin, dan salah satu anggota tim, Noel Odell, melihat sekilas tetapi jelas, sosok Mallory dan Irvine yang bergerak jauh di lereng sekitar puncak, kurang lebih lima jam terlambat dari jadwal, tetapi ‘bergerak dengan lambat dan pasti’ menuju puncak.

Bagaimanapun, malam itu kedua pendaki tersebut tidak kembali ke tenda mereka, dan baik Mallory maupun Irvine tidak pernah terlihat lagi. Apakah salah seorang atau keduanya pernah mencapai puncak sebelum kemudian ditelan oleh gunung dan menjadi bagian dari legenda, masih diperdebatkan orang sampai sekrang. Fakta - fakta yang ada menunjukkan bahwa mereka belum mencapai puncak. Tanpa bukti nyata, bagaimanapun, mereka tidak bisa dianggap sebagai orang pertama yang menggapai Everest.

Pada 1949, setelah tertutup berabad - abad, Nepal membuka perbatasannya bagi dunia liar, dan setahun kemudian, rezim baru komunis yang menguasai Cina menutup perbatasan Tibet bagi orang - orang asing. Akibatnya, para pendaki Everest mengalihkan perhatian mereka ke sisi selatan puncak Himalaya itu. Pada musim semi 1953, sebuah ekspedisi besar dari Inggris, dengan dukungan moral dan sumber daya yang sangat lengkap, menjadi tim ekspedisi ketiga yang berusaha mendaki Everest dari wilayah Nepal.


Pada 28 Mei, setelah perjuangan berat selama dua setengah bulan, sebuah lahan perkemahan berhasil dibangun dengan menggali lereng Tenggara pada ketinggian 27.900 kaki. Keesokan harinya, pagi - pagi sekali, Edmund Hillary, seorang warga Selandia Baru bertubuh tinggi kurus, dan Tenzing Norgay, seorang pakar pendaki dari suku Sherpa, bergerak menuju puncak dan bernapas dengan batuan oksigen botol.

Pada pukul 09.00 pagi, keduanya sudah tiba di Puncak selatan, memandang ke atas, ke jalur sempit dan terjal yang akan membawa mereka ke puncak. Sejam kemudian, mereka tiba di kaki sebuah tempat yang oleh Hillary digambarkan sebagai “rute pendakian yang tampaknya paling sulit – sebuah lereng batu yang curam setinggi empat puluh kaki… Batuan itu sendiri, yang tampak halus dan hampir - hampir tanpa tonjolan untuk berpegang, oleh sekelompok pakar pendaki di lake District mungkin dianggap sebagai objek menarik yang layak ditaklukkan dalam pendakian Minggu sore, tetapi di tempat ini, dia merupakan hambatan yang sulit diatas oleh tubuh kamu yang sudah sangat lemah.”

Dengan cemas, Tenzing terus mengulur tali dari bawah, sementara Hillary menempatkan tubuhnya di sebuah celah sempit yang terbentuk oleh sebuah dinding batu dan salju tegak lurus berbentuk sirip, dan dengan perlahan bergerak ke atas melewati sebuah jalur pendakian yang kemudian dikenal dengan nama Hillary Step. Mendaki di tempat ini benar - benar berat dan sulit, tetapi Hillary terus bertahan sampai kemudian, seperti yang ditulisnya:

Akhirnya aku tiba di puncak, menarik tubuhku keluar dari celah dan naik ke atas sebuah selasar yang cukup lebar. Sesaat aku berhentu untuk mengembalikan napas, dan untuk pertama kalinya, aku merasakan munculnya tekad yang sangat kuat bahwa tidak ada yang bisa menghentikan kamu untuk mencapai puncak. Aku berdiri tegak di atas selazar itu dan memberi isyarat kepada Tenzing untuk naik. Ketika aku berjuang menarik tali itu, Tenzing berjuang untuk melewati celah tersebut sampai akhirnya dia jatuh tersungkur di hadapanku, seperti seekor ikan raksasa yang baru diangkat dari laut setelah perjuangan yang berat.

Sir Edmund Hillary Dan Tenzing Norgay

Berjuang mengalahkan rasa lelah, keduanya meneruskan pendakian melewati bagian lereng yang bergelombang di atasnya. Hillary bertanya - tanya, Masihkan kami punya kekuatan untuk mencapai puncak. Aku membuat satu torehan lagi di balik sebuah batu yang menonjol dan mengamati bahwa punggung gunung di atasku mulai melandai sehingga kami bisa melihat jauh ke arah Negara Tibet. Aku mendongak, dan di atasku, tampak puncak bulat yang selimuti salju. Beberapa torehan kapak es, beberapa langkah yang hati - hati, maka Tenzing ( secara mengejutkan ) dan aku akan tiba di puncak.

Itulah yang terjadi beberapa saat menjelang sore pada 29 Mei 1953; Hillary dan Tenzing menjadi orang pertama yang berdiri di puncak Gunung Everest.

Tiga hari kemudian, berita tentang keberhasilan mereka sampai di telinga Ratu Elizabeth, tepat satu hari sebelum penobatan dirinya, dan koran Times di London menyiarkan berita tersebut pada 2 Juni dalam edisi awal. Berita tersebut dikirim secara rahasia dari Everest melalui pesan radio, agar pesaing Times tidak menyabot berita pertama mereka oleh seorang wartawan muda bernama James Morris.

Sulit dibayangkan sekarang ini, bagaimana dua peristiwa yang terjadi hampir secara serempak tersebut ( penobatan sang Ratu dan pencapaian Everest ) disambut dengan kegembiraan yang magis di Negara Inggris. Setelah lepas dari masa - masa suram yang menyelimuti mereka sejak Perang dunia II, surutnya kebesaran Kerajaan Inggris dan berkurangnya pengaruh mereka di muka bumi, orang - orang Inggris hampir percaya bahwa dinobatkannya sang Ratu yang muda belia merupakan isyarat bagi dimulainya era baru – era Elizabeth.

Hari penobatan, pada 2 Juni 1953, adalah hari yang melambangkan harapan dan kegembiraan. Pada hari itu semua patriot pendukung Inggris tiba pada satu momentum yang paling istimewa, keajaiban di atas semua yang ajaib, karena pada hari itu sebuah kabar datang dari tempat yang jauh – dari garis depan Kerajaan Inggris lama – bahwa sebuah tim pendaki bangsa Inggris… berhasil mencapai objek penjelajahan dan petualangan tertinggi di muka bumi, puncak dunia…

Peristiwa tersebut memicu munculnya berbagai emosi di dalam hati rakyat Inggris – kebanggaan, patriotisme, nostalgia tentang kekalahan mereka dalam perang masa lalu, dan tentang tindakan - tindakan mereka yang gagah berani pada jaman lampau, serta harapan akan masa depan yang lebih baik… Sampai saat ini, orang - orang usia tertentu masih mengingat dengan jelas, ketika mereka – sambil berdiri di bawah siraman hujan rintik - rintik untuk menunggu iring - iringan prosesi penobatan melewati Kota London – mendengar kabar mengejutkan bahwa puncak dunia, boleh dikatakan, sudah menjadi milik mereka.

Tenzing menjadi pahlawan nasional di seluruh dunia, Nepal dan Tibet, masing - masing negara tersebut mengakui Tenzing sebagai warganya. Setelah mendapat gelar bangsawan dari Ratu Elizabeth, Sir Edmund Hillary menyaksikan wajahnya muncul dalam perangko, komik, buku - buku, novel, dan sampul majalah – dalam waktu semalam, pria berwajah tirus, peternak lebah dari Kota Auckland ini berubah menjadi pria paling terkenal di muka bumi.

Pada 22 Mei 1963, Tom Hornbein, 32 tahun, seorang dokter dari Missouri, dan Willi Unsoeld, 36 tahun, seorang professor teologi dari Oregon, tiba di Puncak Everest melalui Lereng Barat yang sulit dan belum pernah didaki. Sampai saat itu, Puncak Everest sudah empat kali di gapai oleh sebelas pendaki, tetapi Lereng Barat dianggap sebagai rute lain yang kerap dilalui: Jalur Selatan dan lereng Tenggara atau Jalur Utara dan Lereng Timur Laut. Pendakian yang dilakukan Hornbein dan Unsoeld – merupakan, dan masih dianggap, sebagai prestasi terbesar dalam dunia pendakian gunung.

Menjelang sore, dalam perjalanan menuju puncak, kedua warga Amerika tersebut dihadapkan pada sebuah jalur batuan yang terjal dan rapuh – Jalur Kuning ( The Yellow Band ) yang berbahaya. Mendaki lintasan ini membutuhkan kekuatan dan keahlian tinggi; tidak ada jalur pendakian yang secara teknik lebih menantang dan lebih tinggi letaknya daripada jalur ini.

Setibanya di puncak Jalur Kuning, Hornbein dan Unsoeld meragukan kemampuan mereka untuk bisa turun melalui jalur yang sama. Satu - satunya harapan agar mereka bisa turun dari gunung dalam keadaan hidup, demikian keputusan mereka, adalah bergerak terus sampai puncak dan kemudan turun melalui Lereng Tenggara, rute yang kerap dilalui. Rencana yang sangat berani, mengingat hari sudah menjelang sore, medan yang belum mereka kenal, dan persediaan oksigen yang menipis dengan cepat.

Hornbein dan Unsoeld tiba di Puncak Everest pada pukul 18.15, tepat pada saat matahari terbenam, dan dipaksa menghabiskan malam di bawah udara terbuka pada ketinggian lebih dari 28.000 kaki – perkemahan tertinggi sampai saat itu. Udara malam sangat dingin, untungnya tidak berangin. Meskipun jari - jari kaki Unsoeld membeku dan kemudian harus dipotong, keduanya selamat untuk menceritakan pengalaman mereka.

Minggu, 05 Februari 2012

Soe Hok Gie

iseng2 gugling cuma mo share aja nih om mod & OANC'ers


SOE HOK GIE


Spoiler for Gie:

Soe Hok Gie (17 Desember 1942–16 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin. Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.

Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).
Catatan Seorang Demonstran

Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).

Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.

Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesian Intellectual (Australian National University, 1997).

Pada tahun 2005, catatan hariannya menjadi dasar bagi film yang disutradarai Riri Riza, Gie, dengan Nicholas Saputra berperan sebagai Hok Gie.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Soe_Hok_Gie


Beberapa Puisinya
Spoiler for Puisi Gie:

Sebuah Tanya

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”
Di bawah ini ada sebuah puisi Gie yang kita tak tahu judulnya. kiranya ada yang tahu, sila lah berbagi info pada kami.

(Puisi Gie)

ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa”


Sumber : http://kapasmerah.wordpress.com/2008...i-soe-hok-gie/



Sang Dewa Di Mahameru

Spoiler for Soe Hok Gie:

Antara Soe Hok Gie dan Puncak Mahameru

Apa hubungan antara Soe Hok Gie dan Puncak Mahameru?
Dan apa yang berkaitan antara keduanya?
Soe Hok Gie dan Mahameru adalah dua legenda Indonesia, sedangkan hubungan antara keduanya?
Soe Hok Gie wafat di Mahameru saat melakukan pendakian pada 18 Desember 1969 karena menghirup asap beracun gunung tersebut

Pada 16 Desember 1969, Gie bersama Mapala UI berencana melakukan misi pendakian ke Gunung Mahameru (Semeru) yang mempunyai ketinggian 3.676m. Banyak sekali rekan-rekannya yang menanyakan kenapa ingin melakukan misi tersebut. Gie pun menjelaskan kepada rekan-rekannya tesebut :

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

Sebelum berangkat, Gie sepertinya mempunyai firasat tentang dirinya dan karena itu dia menuliskan catatannya :

“Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.”

Dari beberapa catatan kecil serta dokumentasi yang ada, termasuk buku harian Gie yang sudah diterbitkan :

Suasana sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di G. Semeru. Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru (puncaknya G. Semeru) serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, beberapa anggota tim terseok-seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan, mereka menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru. Di depan kelihatan Gie sedang termenung dengan gaya khasnya, duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. Tides dan Wiwiek turun duluan.
Dengan tertawa kecil, Gie menitipkan batu dan daun cemara. Katanya, “Simpan dan berikan kepada kepada ‘kawan-kawan’ batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.” Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya, sebelum turun ke perkemahan darurat dekat batas hutan pinus atau situs recopodo (arca purbakala kecil sekitar 400-an meter di bawah Puncak Mahameru).
Di perkemahan darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco (jas hujan tentara), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, mereka menunggu datangnya Herman, Freddy, Gie, dan Idhan. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat-lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas.
Menjelang senja, tiba-tiba batu kecil berguguran. Freddy muncul sambil memerosotkan tubuhnya yang jangkung. “Gie dan Idhan kecelakaan!” katanya. Tak jelas apakah waktu itu Freddy bilang soal terkena uap racun, atau patah tulang. Mulai panik, mereka berjalan tertatih-tatih ke arah puncak sambil meneriakkan nama Herman, Gie, dan Idhan berkali-kali.
Beberapa saat kemudian, Herman datang sambil mengempaskan diri ke tenda darurat. Dia melapor kepada Tides, kalau Gie dan Idhan sudah meninggal! Kami semua bingung, tak tahu harus berbuat apa, kecuali berharap semoga laporan Herman itu ngaco. Tides sebagai anggota tertua, segera mengatur rencana penyelamatan.
Menjelang maghrib, Tides bersama Wiwiek segera turun gunung, menuju perkemahan pusat di tepian (danau) Ranu Pane, setelah membekali diri dengan dua bungkus mi kering, dua kerat coklat, sepotong kue kacang hijau, dan satu wadah air minum. Tides meminta beberapa rekannya untuk menjaga kesehatan Maman yang masih shock, karena tergelincir dan jatuh berguling ke jurang kecil.
“Cek lagi keadaan Gie dan Idhan yang sebenarnya,” begitu ucap Tides sambil pamit di sore hari yang mulai gelap. Selanjutnya, mereka berempat tidur sekenanya, sambil menahan rembesan udara berhawa dingin, serta tamparan angin yang nyaris membekukan sendi tulang.
Baru keesokan paginya, 17 Desember 1969, mereka yakin kalau Gie dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Mereka jumpai jasad keduanya sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil G. Semeru. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. Mata Gie dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Mereka semua diam dan sedih.

Soe Hok Gie telah menjadi salah satu Dewa yang memuncaki Mahameru, Puncak Abadi Para Dewa.



Sumber : http://fendra.blogsome.com/2005/03/2...ncak-mahameru/


Spoiler for Soe Hok Gie:

7 Puncak Gunung Tertinggi Di Indonesia

Orang-orang sudah tidak asing lagi dengan istilah seven summit, yaitu
7 puncak tertinggi di tujuh benua dunia. Selaras dengan hal tersebut
saya juga ingin mengenalkan konsep Tujuh puncak Indonesia yang mana
ketujuh puncak tersebut merupakan puncak tertinggi dari pulau/kepulauan besar utama di Indonesia.

Untuk itu saya membagi pulau dan kepulauan di Indonesia menjadi tujuh
kelompok besar yaitu sbb:

Sumatera
Adalah sebuah pulau utama

Jawa
Adalah sebuah pulau besar utama

Bali - Lombok - Sumbawa - Flores
Kepulauan ini dianggap sebagai satu kelompok besar.

Kalimantan
Adalah sebuah pulau besar utama

Sulawesi
Adalah sebuah pulau besar utama

Maluku
Kepulauan ini ini dianggap sebagai satu kelompok besar

Papua
Adalah sebuah pulau besar utama


Berdasarkan pengelompokan diatas maka The Seven Summit Indonesia itu adalah sebagai berikut:

Sumatera
Puncak tertingginya adalah puncak Gunung Kerinci dengan ketinggian
3.800 m dari permukaan laut. Gunung ini berada di perbatasan propinsi
Sumatera Barat dan Jambi

Jawa
Puncak tertingginya adalah puncak Gunung Semeru dengan ketinggian
3.637 m dari permukaan laut. Gunung ini berada di propinsi Jawa Timur

Bali-Lombok-Sumbawa-Flores
Puncak tertinggi di kelompok kepulauan ini dipegang oleh puncak
Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 m dari permukaan laut. Gunung
berada di propinsi Nusa Tenggara Barat

Kalimantan
Seharusnya puncak tertinggi di pulau ini adalah puncak gunung
Kinabalu, akan tetapi berhubung puncak tersebut berada di negeri
jiran Malaysia, maka tidak termasuk kedalam kelompok tujuh puncak
tertinggi di tujuh kepulauan/pulau Indonesia. Untuk itu puncak
tertinggi di pulau Kalimantan dipenggang oleh puncak Gunung Bukit
Raya dengan ketinggian 2.278m dari permukaan laut. Gunung ini berada
di perbatasan propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan tengah.

Sulawesi
Puncak tertinggi dipulau ini adalah puncak Pegunungan Latimojong
dengan nama puncak tertingginya yaitu puncak Rante Mario dengan
ketinggian 3.430 m dari permukaan laut. Berada di propinsi Sulawesi
Selatan.

Maluku
Dengan puncak tertinggi nya Gunung Binaiya dengan
ketinggian 3.027 m dari permukaan laut berada di pulau seram maluku.

Papua
Puncak tertinggi di pulau ini dipegang oleh pegunungan Jaya Wijaya
dengan puncak tertingginya Carstenzs dengan ketinggian 4.884 m dari
permukaan laut.


Saya mengenalkan konsep tujuh puncak di tujuh pulau/kepulauan utama
Indonesia ini dengan harapan teman-teman sesama mountaineer Indonesia juga bisa berbangga karena negara kita banyak sekali gunung-gunung yang bisa didaki dan memiliki pemandangan yang indah serta juga sisi petualangan yang tak kalah serunya. Mungkin dengan konsep tujuh puncak ini kita juga bisa lebih memajukan minat wisata petualangan di Indonesia.

Sudahkah anda mendaki ketujuh puncak tersebut?????