Materi Botani & Zoologi
Materi Botani dan Zoologi Praktis
Bahan Materi
- Cara hidup di alam bebas dengan memanfaatkan pengetahuan Botani dan Zoologi Praktis.
- Pengetahuan Botani dan Zoologi Praktis di alam bebas.
- Manfaat tumbuhan, yaitu : dapat dikomsumsi sebagai makanan, sumber air
minum, bahan obat-obatan, sarana memasak, untuk membuat api, dan untuk
membuat tempat perlindungan (bivak).
- Tumbuhan yang berbahaya bagi manusia.
- Manfaat hewan sebagai bahan makanan dan penanda ke sumber air.
- Hewan-hewan yang berbahaya bagi manusia.
PENDAHULUAN
Kegiatan alam terbuka (KAT) merupakan kegiatan yang penuh dengan
tantangan dan resiko. Oleh karena itu, para penggiat seharusnya telah
dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai KAT guna
kelancaaran dan keberhasilan kegiatan tersebut. Adapun
pengetahuan-pengetahuan tersebut antara lain, Persiapan Perjalanan Alam
Terbuka (PPAT), Mountaineering, Navigasi Darat, Botani dan Zoologi
Praktis, dan Survival, yang kesemuanya saling berkaitan.
Pengetahuan mengenai Botani dan Zoologi Praktis sebagai salah satu
pengetahuan dasar yang sama pentingnya untuk diketahui disamping
pengetahuan lainnya yang telah disebutkan di atas. karena tidak
selamanya seorang penggiat alam dibuai dengan hal yang indah,
sewaktu-waktu penggiat tersebut akan dihadapkan dengan keadaan survival
yang berarti terancamnya kelangsungan kehidupan kita, itulah sebabnya
pengetahuan survival yang masih ada kaitannya dengan pengetahuan Botani
Zoologi Praktis merupakan pengetahuan dasar teknik hidup di alam bebas.
BOTANI
Pengertian Botani yaitu ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan, namun
pada materi ini yang dibahas hanya yang berhubungan dengan kegiatan
alam terbuka, yaitu bagaimana kita dapat memanfaatkan tumbuhan untuk
memenuhi kebutuhan kita, terutama pada keadaan survival.
Pemanfaatan tumbuhan secara praktis di lapangan bagi kepentingan manusia, dapat dijadikan sebagai :
a. Bahan Makanan
Pedoman menkonsumsi tumbuhan sebagai makanan dilapangan :
- - Tumbuhan tersebut sudah dikenal dan biasa dimakan
- - Buah-buahan yang akan dimakan dan belum dikenal sebaiknya dioleskan sedikit dibibir dan ditunggu ada/tidak reaksi.
- - Sebaiknya makan tumbuhan jangan hanya satu jenis saja.
- - Sebaiknya bagian yang akan dimakan daunnya masih muda (pucuknya)
- - Apabila daunnya yang akan dikonsumsi maka sebaiknya tidak bergetah atau berbulu.
- - Tumbuhan yang tidak berbau busuk.
- - Tumbuhan yang dimakan oleh hewan menyusui (mamalia).
- - Tumbuhan tersebut tidak hidup menyendiri (soliter).
- - Apabila Buahnya yang akan dikonsumsi maka buah tersebut tidak berwarna mencolok.
- - Buah-buahan yang berwarna ungu sebaiknya tidak di makan karena dikhawatirkan mengandung racun alkaloid
Contoh jenis tumbuhan yang dapat di konsumsi
- - Umbi Talas (Colocasia sp.), Rumput Teki (Cyperus rotondus)
- - Arbei hutan (Rubus sp). Markisa (Passiplora guandrangularis), Bune (Antidesma bunius (L) Spreng).
- - Biji muda Sengon (Albizia lophata) dan Kaliandra (Caliandra Cahartica).
- - Daun muda Paku Tiang (alsophila glauca), selada air (Nasturtium officinale).
- - Daun Begonia (Begonia sp.), Rebung Bambu (Bambusa sp.).
- - Bunga Honje atau Kecombrang (Nicolara sp.) dan Bunga Turi (Sesbania glandiflora).
- - Pisang Hutan muda (Musa sp.) yang dapat dimakan yaitu : buah, jantung, batang bagian dalam dan bongkol pisang muda.
- - Jenis jamur hutan yang dapat dimakan dan mengandung protein tinggi
yaitu Jamur Tiram (Pleutotus ostratus) dan Jamur Kuping (Auricularia
jadae).
b. Bahan Obat-Obatan
Sudah sejak jaman dahulu manusia memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan
obat-obatan. Antara lain digunakan sebagai obat demam, sakit kepala
sakit gigi, luka, digigit ular beracun dan lain sebagainya (Lihat Daftar
Tumbuhan Obat)
c. Tempat Berlindung
Sebaiknya tempat berlindung (beristirahat) dialasi dengan dedaunan,
dapat mencegah menghantarkan dingin langsung dari tanah, pohon tumbang
dapat dijadikan sebagai tempat berlindung.
d. Sumber Air
Untuk mendapatkan air dari tumbuhan dapat dilakuan dengan cara:
- - Menyelubungkan ranting dan daunnya dengan sebuah kantong plastik
yang ujungnya diikat, penguapan dari daun dapat menyebabkan pengembunan
pada plastik bagian dalam.
- - Mengumpulkan embun dari tumbuhan dengan menggunakan kain.
- - Mengambil air dari batang tanaman rambat seperti rotan dengan cara
memotong bagian atas setinggi mungkin dan bagian bawah yang dekat
dengan tanah, air tetesannya dapat langsung diminum.
- - Mengambil air yang tertampung pada daun-daun yang lebar, misalnya
pisang-pisangan dan talas-talasan biasanya setelah hujan atau embun di
pagi hari. Pada ruas Bambu dan pada Kantung Semar, sebaiknya disaring
dan dimasak dahulu karena sering terdapat serangga yang mati dan berbau.
e. Bahan Untuk Menyalakan Api
Pada daerah yang lembab dan basah, sebelum menyalakan api, kumpulkan
dalu ranting-ranting kecil yang kering sebagai penyala awal yang mudah
terbakar, atau dengan cara mengiris setipis mungkin kayu yang ada hingga
menjadi serpihan. Untuk membuat api, dapat dilakukan dengan cara
menggesekkan bambu dengan bambu (kayu kering) yang keras secara konstan
dan cepat (gerakan seperti menggergaji) hingga panas dan mengeluarkan
asap, simpan bahan penyala dekat sumbur panas lalu gesek kembali hingga
bahan penyala terbakar.
f. Sarana Kegiatan Memasak.
Fasilitas di alam yang dapat digunakan sebagai sarana kegiatan memasak,
seperti bambu atau kelapa yang masih muda yang dilubangi ujungnya,
digunakan sebagai wadah memasak.
Tumbuhan yang berbahaya
Racun tumbuhan terdapat dalam akar, umbi, batang, ranting, daun, biji,
dan bulu-bulu (trikoma). Racun tersebut dapat menyebabkan gatal-gatal
pada kulit, dapat menyebabkan kebutaan jika terkena mata, bila masuk
dalam peredaran darah dapat menyebabkan keracunan, atau dapat
menyebabkan kita keracunan makanan melalui saluran pencernaan.
Adapun ciri-ciri tumbuhan yang beracun antara lain :
- - Mempunyai getah seperti susu, biasanya beracun untuk dikomsumsi sebagai makanan.
- - Buah-buahan yang warnanya menyolok, biasanya beracun untuk dikomsumsi sebagai makanan.
- - Daun yang mempunyai bulu-bulu atau duri-duri halus, biasanya menimbulkan gatal-gatal.
- - Khusus untuk jamur, ciri-ciri yang beracun yaitu pada tangkai
terdapat bagian yang menyerupai cincin, warna menyolok, berbau busuk,
biasanya hidup pada tempat-tempat yang kotor(seperti kotoran hewan),
jika diiris/dipotong dengan pisau perak meninggalkan bekas noda, jika
dimasak dengan nasi akan meninggalkan warna gelap pada nasi disekitar
jamur tersebut.
ZOOLOGI
Pengetahuan tentang hewan penting pula diketahui bagi para penggiat
alam bebas. Dimana hewan dapat dimanfaatkan dalam usaha untuk menambah
bahan makanan dan dapat dijadikan penanda ke sumber air. Oleh karena itu
maka perlu juga diketahui mengenai perihal hewan-hewan dan kehidupan
mereka. Cabang biologi yang mempelajari tentang hewan disebut Zoologi.
Namun dalam materi ini hanya membahas mengenai peranan hewan bagi
penggiat alam bebas
Hewan dapat dikomsumsi sebagai makanan, namun sebelumnya diperhatikan dahulu bahwa :
- Pada umumnya hewan bersifat mobil.
- Ukuran tubuh hewan sangat bervariasi
- Hewan mempunyai pola pewaktuan aktivitasnya, dapat aktif di siang hari atau aktif di malam hari.
Hal-hal yang perlu diperhatikan tentang kehadiran suatu jenis hewan :
- Distribusi lokal dan regoinal serta kelimpahan populasi.
- Pengaturan fisiologis, respon, adaptasi struktural dan perilaku perubahan terhadap perubahan
- Perilaku dan aktivitas hewan dalam habitatnya.
- Perubahan-perubahan secara berkala (harian, musiman, dll) dari kehadiran aktivitas atau kelimpahan populasi hewan.
- Dinamika populasi dan komonitas serta pola interaksi-interaksi hewan dalam populasi dan komunitas.
Peran hewan
Sebagai sumber makanan
Hal yang perlu diperhatikan :
- Jenis hewan tersebut
- Tempat hidup atau habitatnya
- Ukuran tubuhnya
- Makanannya
- Pola tingkah laku hewan tersebut.
Hewan yang dapat dimakan antara lain :
- Mollusca (kerang-kerangan)
- Annelida (cacing)
- Insecta (serangga)
- Crustacea (udang-udangan)
- Pisces (ikan)
- Amfibia (katak)
- Reptilia (hewan melata)
- Mamalia (hewan menyusui)
- Aves (bangsa murung)
Penanda ke sumber air
- Hewan bertulang belakang (Vertebrata), jejaknya yang menuruni lembah biasanya menuju ke sumber air.
- Burung, jika terbang rendah secara langsung biasanya menuju ke sumber
air dan jika terbangnya singgah-singgah biasanya berasal dari sumber
air.
- Serangga, biasanya hidup tidak jauh dari sumber air.
HEWAN YANG BERBAHAYA DAN BERBISA
Hewan dapat pula menimbulkan bahaya bagi manusia. Hal ini dapat
disebabkan jika ia merasa terganggu dan dengan alat pembela dirinya maka
hewan tersebut menyerang. Adapun jenis hewan yang berbahaya dan berbisa
yang bisa kita jumpai di alam terbuka adalah sebagai berikut :
- Nyamuk Malaria (Anopheles sp.)
- Agas
- Semut Api
- Tawon atau lebah (Apis sp.)
- Kelabang (Centripoda)
- Kalajengking (Heterometrus cyaneus)
- Pacet (Haemadipsa zeylanica) dan Lintah (Hirudineae sp.)
- Harimau (Panthera tigris) dan Macan Kumbang (Panthera pardus)
- Buaya (Crocodilla pororsus)
- Ular (Ophidia)
Beberapa petunjuk untuk mengidentifikasi ular berbisa :
- Tidak semua ular berbisa kepalanya segitiga, tetapi ular yang kepalanya segitiga adalah berbisa.
- Pada punggungnya berlunas sehingga membentuk garis punggung mulai dari belakang sampai ekor.
- Mempunyai kelenjar gigi bisa pada bagian kepala.
- Jika menggigit, meninggalkan bekas gigitan berupa dua buah lubang (gigi bisa).
DAFTAR TUMBUHAN OBAT
Beberapa jenis tumbuhan yang biasa dijumpai di alam terbuka/lapangan yang dapat di manfaatkan sebagai obat, antara lain :
1. Arbenan (Dechesnea indica)
Kegunaan :
- Muntah darah: Caranya herba segar ditumbuk kemudian diberi air ±1
gls dicampur dengan gula merah secukupnya kemudian di tim, saring,
setelah dingin baru diminum
- Batuk, Flu/influensa: Herba digodok kemudian airnya diperas lalu diminum.
- Digigit ular atau serangga: Herba segar ditumbuk sampai lumat
kemudian dibubuhkan di tempat yang tersengat atau tempat yang sakit.
2. Asam (Tamarindus indica L.)
Kegunaan :
- Bisul: Biji asam ditumbuk hingga halus diberi sedikit air garam dan
dipakai untuk menurap bisul, lalu dibalutkan dan diganti 2 kali sehari.
- Sariawan: Kumur-kumur dengan air asam
- Demam: Daun asam ditumbuk kemudian perasan airnya diminum
- Rematik/bengkak terpukul: Daun muda asam dan rimpang kunyit
digiling halus, seduh dengan sedikit air panas kemudian dipakai untuk
menurap bagian yang sakit. Atau buah asam tanpa biji dilumatkan seperti
bubur kemudian dipanaskan sebentar kemudian dipakai untuk menurap bagian
yang sakit.
- Keseleo : Daun segar dicuci kemudian ditumbuk halus seperti bubur kemudian diturapkan ke tempat yang sakit.
3. Bandotan (Ageratum longzoldes L.)
Kegunaan :
- Demam, malaria dan radang paru (pnemonia): Herba kering dimasak dengan air kemudian airnya diminum sehari 2x.
- Keseleo: Daun bandotan dilumatkan kemudian dibalurkan di tempat yang
sakit atau diturapkan pada bagian yang sakit, diganti 2x sehari.
4. Nangka (Arthocarpus heterophyllus )
Kegunaan :
- Luka luar, borok: Daun dilumatkan menjadi bubuk kemudian dibubuhkan ditempat yang sakit.
- Bisul, gigitan ular: Getah nangka dibubuhkan pada tempat yang sakit.
- Sembelit: Buah nangka dimakan
- Demam, malaria: Kayu nangka di rebus kemudian diminum.
- Diare dan demam: Akar di rebus kemudian diminum airnya.
5. Teki (Cyperus rotundus)
Kegunaan :
- Bisul, luka tepukul, memar, gatal-gatal pada kulit: Teki dicuci digiling halus, kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit.
6. Pepaya (Carica papaya L.)
Kegunaan :
- Malaria : Daun pepaya muda yang segar dicuci, digiling hingga halus
dan tambahkan ¾ gelas air masak dan garam secukupnya, diperas, disaring
dan diminum 3 x sehari.
- Digigit ular berbisa: 5 jari akar pepaya dicuci, ditumbuk hingga halus
dan ditambahkan dengan air garam tumbuk hingga seperti bubur, turapkan
pada bekas gigitan lalu balut ganti 2x sehari-hari.
- Sakit maag: 1 buah pepaya masak, kupas, cuci dengan air masak yang diberi air garam, dimakan 2x sehari, sehabis makan nasi.
- Kaki gajah: Daun pepaya secukupnya dimasak dipakai merendam kaki yang membesar.
- Luka bakar: Getah pepaya diusap ditempat pada luka bakar agar mencegah timbulnya lepuhan.
7. Senggani (Melastoma candidum)
Kegunaan :
- Sariawan, diare: 2 lembar daun muda dicuci lalu dibilas dengan air
matang, kunyah dengan garam secukupnya lalu ditelan, buah dimakan
sebagai obat sariawan.
- Menetralkan racun singkong: 60 – 90 gram daun atau akar digodok, lalu diminum.
8. Cengkeh (Egunia aromatika (L))
Kegunaan :
- Sakit perut, mulas dan mual: cara penanggulangannnya adalah 10 tetes
minyak cengkeh seduh dengan ¼ cangkir air panas ditambahkan dengan 1
sendok makan madu, aduk sampai rata, selagi hangat minum 2 kali sehari.
- Muntah karena lambung dingin, mual dan amandel: Beberapa butir cengkeh diseduh diminum sebagai teh.
- Sakit gigi: 10 biji cengkeh disangrai hingga hangus kemudian giling,
kemudian masukan ke dalam lubang gigi yang sakit tutup dengan kapas.
9. Ketimun (Cucumus sativus L.)
Kegunaan :
- Tekanan darah tinggi: 2 buah ketimun di parut kemudian di peras air perasan tersebut di minum.
- Demam: ketimun dicuci kemudian di parut, hasil parutan di kompreskan di atas perut.
10. Kunyit (Curcuma Longa Linn).
Kegunaan :
- Demam, pilek dan hidung tersumbat: 20 gr rimpang segar, cuci, parut
dan tambahkan ½ gls air matang kemudian di aduk dan di peras dengan
sepotong kain, air perasan tersebut di minum 2 kali sehari, atau ambil
sepotong kunyit, iris secukupnya , rebus dengan 1 gelas air sampai
mendidih uapnya dihirup melalui lubang hidung yang tersumbat.
11. Lengkuas (Alpina galanga (L) Willd)
Kegunaan :
Menghilangkan Rasa dingin, Kembung, muntah, mual, diare, kurang napsu makan: 3 – 6 gr lengkuas direbus, kemudian airnya diminum.
12. Bakung putih (Ctinum aciaticum L.)
Kegunaan :
- Sakit gigi: akar bakung digiling, lalu ditempelkan pada bagian yang
sakiit, atau akar direbus dengan air bersih hingga mendidih lalu air
hasil rebusan dikumur lalu dibuang.
- Keseleo: Daun bakung dihangatkan di atas api kecil hingga layu kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit.
- Bisul, radang kulit bernanah, bengkak: Daun dan bunga dicuci dan
dihaluskan kemudian ditambahkan sedikit madu, kemudian ditempelkan pada
bagian yang sakit.
- Luka karena benda beracun: Umbi bakung dicuci kemudian dihaluskan, ditempelkan pada bagian yang luka.
- Mengatasi buang air yang tidak lancar: daun diolesi dengan minyak kelapa lalu ditempelkan pada daerah kandung kemih.
- Luka akibat benda beracun, digigit ular: 5 – 10 gr umbi dicuci,
dihaluskan, disaring kemudian airnya diminum dan ampasnya ditempelkan
pada bagian yang luka kemudian dibalutkan.
Catatan: Tumbuhan bakung mengandung racun, terutama dibagian umbinya, gunakan secara hati-hati.
13. Begonia (Begonia sp.)
Kegunaan :
Sakit tenggorokan: 15 gr umbi begonia dicuci kemudian diiris-iris,
tambahkan 300 cc air lalu dihaluskan, air tersebut dipakai untuk
kumur-kumur.
14. Bugenfil (Bougainvilaea glabra Chaicy)
Kegunaan :
Bisul: dengan cara bunga bugenfil dan daun cocor bebek, dibersihkan kemudian dihaluskan dan ditempelkan pada bagian yang sakit.
15. Bunga Matahari (Helianthius annus L)
Kegunaan :
- Sakit gigi: 60 gr dasar bunga + 5 gr jahe di rebus dengan 600 cc
hingga menjadi 300 cc, kemudian disaring, lalu diminum selagi hangat.
- Sakit perut saat datang haid: 30 gr bagian dasar bunga matahari + gula
merah secukupnya direbus dengan air secukupnya, disaring lalu air
tersebut diminum.
16. Bunga Tasbih (Canna Indica)
Kegunaan :
- Luka berdarah: radang kulit bernanah, jerawat: akar atau rimpang segar
bunga tasbih secukupnya dihaluskan kemudian ditempelkan pada bagian
yang sakit.
- Ambein: 30 – 60 gr, akar rimpang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring kemudian diminum.
17. Bungur (Lagerstromia indica L)
Kegunaan :
- Migrain atau sakit kepala sebelah: 30 gr daun dan akar dimasak bersama 60 gr daging sapi lalu dimakan
- Sakit gigi: 15 gr akar bungur dimasak bersama dengan daging ayam atau sapi hingga matang lalu dimakan.
18. Kembang merak (Caesalpina pulcherrima (L))
Kegunaan :
- Luka terpukul: Bunga dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
- Penyakit kulit: Daun dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
- Sariawan: Daun kembang merak direbus hingga mendidih, disaring airnya dipakai berkumur-kumur.
- Perut kembung: Daun + alang-alang + bawang putih ditumbuk halus lalu dibalurkan pada perut yang kembung
- Panas: Bunga kembang merak direbus lalu disaring dan diminum.
- Diare akut: Kulit batang ditumbuk halus, diseduh dengan 100 cc air lalu diminum hangat-hangat.
Catatan : Wanita hamil di larang minum obat ini.
19. Kembang pukul empat (Mirabilis jalapa L)
Kegunaan :
- Bisul: daunnya dihaluskan ditambahkan sedikit garam dan ditempelkan pada bisul dan dibalutkan kain kasa.
- Jerawat: Buahnya dibuat zat tepung dan ditambahkan air secukupnya lalu diolesi muka yang berjerawat.
- Koreng, luka terpukul, eksim: Tumbuhan segar secukupnya dihaluskan
lalu ditempelkan pada bagian yang sakit atau direbus dengan air
secukupnya, digunakan untuk mencuci bagian yang sakit.
- Amandel, radang tenggorokan: akar kembang pukul empat dibersihkan kemudian dijus, lalu airnya diminum.
20. Tomat (Lycopersicon esculentum)
Keguanan :
- Kulit terbakar sinar matahari: Daun muda setelah dicuci bersih, diremas, dibalutkan ke kulit yang terbakar.
- Demam: 3 buah tomat masak dicuci dan dipotong-potong, diremas dengan ½
cangkir air masak dan 1 sendok makan madu, peras dan saring lalu
diminum 3 kali sehari.
21. Melati (Jasminum sambac)
Kegunaan :
- Luka, patah tulang, keseleo: Akar melati secukupnya dicuci dan
dihaluskan lalu dimasak, kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit dan
dibalutkan dengan kain kasa.
- Susah tidur (Insomnia): 1 – 1,5 gr akar dicuci bersih, digiling tambahkan air masak secukupnya, saring kemudian diminum.
- Radang mata merah: Bagian bunga dicuci bersih lalu digodok sebagian air diminum dan sebagian lagi untuk mencuci mata.
- Bengkak akibat gigitan binatang: Daun atau bunga secukupnya dicuci, digiling halus, tempel ke tempat yang sakit.
- Demam, sakit kepala: 10 gr daun dan 10 bunga melati, diremas-remas,
direndam dengan air secukupnya air tersebut digunakan untuk
mengompres.atau akarnya dilumatkan dan ditempelkan pada dahi.
- Cacingan: 15 gr akar + 1 pilah daun pepaya direbus dengan 600 cc air
rebus hingga air menjadi 300 cc lalu disaring, air saringan diminum
hangat-hangat..
- Sesak napas: 10 lembar daun melati direbus dengan 600 cc air rebus
hingga mendidih, tunggu hingga air rebusan menjadi 300 cc kemudian beri
dengan garam secukupnya, saring dan minum 2x sehari sebanyak 150 cc.
Catatan: wanita hamil dan dalam kondisi lemah dilarang menkomsumsi obat ini.
22. Widuri (Calotropis gigantea).
Kegunaan :
- Gigi rusak: Getah widuri 3 – 4 tetes dengan kapas dan dilumurkan pada gigi yang rusak dan jangan sampai kena gigi yang sehat.
- Kutil: Getah widuri + kapur sirih diolesi pada kutil 2 –3 kali sehari.
- Eksim: Getah dioleskan 2 – 3 kali sehari.
23. Alang-alang (Imperata cylindrica)
Kegunaan :
- Muntah darah, mimisan: 30 –60 gr akar segar yang telah dibersihkan,
dipotong-potong lalu digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1
gelas, minum setelah dingin.
24. Bayam duri (Amaranthus spinosus)
Kegunaan :
- Sakit kerongkongan: 45 gr akar segar dicuci bersih, digodok, minum.
- Demam: 1 genggam daun segar dicuci, digiling halus dan ditambahkan air secukupnya dan dikompreskan pada dahi.
25. Belimbing manis (Averrhoa carambola)
Kegunaan :
- Influenza, sakit tenggorokan: 90 – 120 gr buah belimbing segar diparut, air perasannya diminum, atau buahnya dimakan.
- Bisul: daun segar secukupnya dicuci, digiling, diaduk dengan air
cucian beras, sampai menjadi adonan seperti bubur, tempelkan ke tempat
yang sakit lalu dibalut.
- Malaria: 15 –24 gr Bunga kering diseduh dengamn air yang mendidih, diminum 2 kali sehari.
26. Cabe rawit (Capsicum frutescons)
Kegunaan :
- Sakit perut: Daun muda digiling halus lalu dicampurkan dengan sedikit kapur sirih dibalurkan pada perut yang sakit.
- Frostbite: kulit cabe ditempelkan pada bagian yang sakit.
27. Sambiloto (Andrographis pariculata)
Kegunaan :
- Batuk rejan: 3 lembar daun diseduh dengan air panas, dicampur dengan madu secukupnya minum sehari 3 kali.
- Sakit gigi, infeksi telinga tengah, hidung berlendir: 9 – 15 gr herba
segar digodok dan diminum atau dilumatkan dan diperas airnya untuk tetes
telinga.
- Digigit ular berbisa: Daun segar dilumatkan diaduk dengan tembakau
(rokok) diturapkan pada tempat yang luka, 9 –15 gr daun segar,
digodok,diminum.
- Demam: Tumbuk segenggam daunnya dan 1 sloki air bersih, disaring,
diminum daun segar sambiloto untuk mengompres badan yang panas.
28. Jambu biji (Psidium guajava)
Kegunaan :
- Diare: 3 lembar daun jambu biji mudah dikunyah dengan sedikit garam
kemudian ditelan, dikonsumsi 2 kali sehari, atau ditumbuk dengan ½
cangkir air, kemudian diperas lalu diminum.
- Luka berdarah: Daun segar dilumatkan tempelkan pada bagian yang sakit.
29. Jarak pagar (Jatropha capcar)
Kegunaan :
- Gatal-gatal, eksema: Daun dipanaskan diatas api sampai lemas,diremas untuk pemakaian setempat.
- Jatuh, terpukul, bengkak: Daun segar dicuci bersih, kemudian diremukkan tempelkan pada bagian yang sakit.
- Sakit gigi: Petik setangkai daun, getahnya diambil lalu dimasukkan pada lubang gigi yang saki.
30. Kangkung (Ipomoer aquabiza)
Kegunaan :
- Keracunan makanan: 500 – 1000 gr kangkung segar cuci kemudian bilas
dengan air matang, tumbuk lalu diperas airnya, kemudian diminum.
- Mimisan: 50 gr kankung segar dicuci bersih kemudian ditambah gula
secukupnya, digiling halus kemudian diseduh dengan air panas setelah
dingin disaring kemudian diminum.
- Susah tidur, sembelit: Batang dan daun direbus dan dimakan sebagai lalap atau ditumis.
- Badan lemah (Neurasthenia): Kangkung segar 1/3 genggam daun, ¼ genggam
akar, dicuci ditumbuk halus tambhakan ½ cangkir air masak dan 1 sendok
madu diperas, disaring minum 3 kali sehari.
- Digigit ular: kangkung segar dicuci, ditumbuk halus, diperas airnya
sampai terkumpul ½ mangkuk diminum bersama arak, ampasnya dibubuhkan
pada tempat yang sakit.
- Digigit lipan: Kangkung segar, setelah dicuci ditambahkan garam
secukupnya digiling hingga halus, dibubuhkan pada tempat yang sakit,
lalu dibalutkan.
31. Pacing (Costus speciosus)
Kegunaan :
- Digigit ular: Satu batang paling seutuhnya dicuci lalu ditumbuk halus,
beri air garam ampasnya untuk menurap luka gigitan ular lalu dibalutkan
sehari 2 kali.
- Radang mata: 3 jari batang paling cuci ditumbuk, peras dan saring
airnya untuk ditetesi pada mata yang sakit, 3 – 4 kali perhari sebanyak 2
tetes.
32. Pohon Sig Sag (Pedilanthus tithymaloides)
Kegunaan :
- Borok, koreng, luka berdarah: Tanaman segar dicuci bersih, digiling bubuhi ke tempat yang sakit
- Gigitan lipan atau kelabang, bengkak terpukul: Tanaman dilumatkan dan dibubuhkan ke tempat yang sakit.
33. Pule pandak (Ranfolvia serpentina)
Kegunaan :
- Sakit kerongkongan: Akar secukupnya di iris tipis-tipis akar tersebut dihisap seperti permen
- Sakit kepala, susah tidur, pusing, demam, radang kantung empedu, luka
terpukul, kurang napsu makan, sakit perut: 10 -15 gr akar digodok
diminum.
- Demam influenza : 25 gram daun digodok diminum
- Luka terpukul atau digigit ular: Daun segar dilumatkan,dibubuhkan pada tempat yang sakit.
- Luka berdarah: Daun muda secukupnya ditumbuk dan dibubuhi pada tempat yang sakit.
34. Rumput bambu (Lophatherum gracile)
Kegunaan :
- Demam, gelisah, haus: 10-15 gr daun atau akar dicuci bersih, lalu digodok, minum setelah dingin .
- Demam, haus, air kemih sedikit termasuk infeksi akut pada saluran
kemih: 3 – 9 gr daun dan batang dicuci bersih lalu digodok dan diminum
sebagai teh.
- Bisul pada kelopak mata (hordeolum), dan luka pada selaput bening
mata: Batang dan daun dicuci bersih, dibilas dengan air matang, ditumbuk
halus lalu diperas, air perasan dipakai sebagai obat tetes.
35. Srikaya (Annona squamosa L.)
Kegunaan :
- Borok, bisul yang keras: daun secukupnya setelah dicuci bersih
digiling halus sampai menjadi bubur, tambahkan sedikit garam, dipakai
untuk menurap bagian yang sakit. Air godokan daunnya digunakan untuk
mencuci luka dn borok.
- Tiba-tiba pingsan, menenangkan pada gangguan histeris: Daun secukupnya
setelah dicuci bersih, lalu diremas atau ditumbuk halus, penderita
menghirup bau remasan atau air perasan daun tersebut.
- Obat luka: Daun secukupnya digodok, airnya untuk mencuci luka.
36. Suruhan (Piperomis pellucida)
Kegunaan :
- Sakit kepala: seluruh tumbuhan dilumatkan, ditempelkan ke tempat yang sakit.
- Sakit perut: 30 gr herb segar setelah dicuci ditumbuk halus, air perasannya diminum.